Aku malas tapi aku harus
Prinsip yang gua dapatkan dari salah satu musisi favorit gua, yaitu Basboi. Basboi merupakan musisi bergenre rap, hiphop, atau pop? banyak yang bilang seperti itu, sama seperti lagu yang ia buat, yang berjudul Banyak yang bilang.
Aku malas tapi aku harus mengisyaratkan bahwa semalas malasnya kita, kita tetap perlu konsisten menjalankan apa yang sudah kita komitmen dari awal. Ketika gua berkomitmen untuk menulis 30 topik dalam 30 hari, maka gua akan tetap nulis dalam kondisi apapun. Saat ini, sebenarnya banyak yang sedang gua kerjakan, yaitu membuat slide seminar untuk dipresenasikan minggu depan dan mengubah format makalah seminar sesuai dengan template yang baru diubah.
Jujur saja, gua belum terpikir apa yang akan gua tulis pada hari ini. Sudah 3 hari ini gua ga melihat gpt untuk referensi topik yang akan gua tulis. Saat sedang istirahat dari mengerjakan slide ppt, gua melantunkan prinsip gua "oke, aku malas tapi aku harus". Gua malas untuk nulis hari ini, tapi gua udah berkomitmen untuk menulis dalam 30 hari ini. Maka dari itu, gua harus menulis pada hari ini juga.
Lantas lantunan tersebut akhirnya gua jadikan topik pada hari ini. Prinsip Aku malas tapi aku harus sangat membantu gua dalam banyak hal. Ketika gua menunggu motivasi untuk pergi ke gym, gua selalu bilang ke diri gua sendiri, gua malas, tapi gua harus ngegym. Mengapa gua harus ke gym? biar gua bisa melatih otot. Mengapa harus melatih otot? agar di masa tua, kita tidak akan kehabisan otot dan akan tetap kuat dalam menjalani hari di masa tua mendatang.
Tanpa disadari, tulisan ini mungkin sudah mengadung 200 kata, mirip dengan saat gua membuat abstrak untuk skripsi gua. Topik yang spontan dari pikiran gua membuat gua melunasi 'hutang' menulis gua. Sebenarnya salah jika gua menganggap ini sebagai hutang. Artinya, gua menganggap ini sebagai beban yang perlu gua pikul. Padahal, gua berkomitmen untuk menulis agar kedepannya gua bisa berpikir lebih sistematis, melatih skill storytelling, dan melatih creative thinking.
Sifat spontan seperti ini memantik otak kreatif gua untuk berpikir. Biasanya, saat menulis, gua akan membuat kerangka tulisan gua dari awal hingga akhir. Tapi, di topik kali ini, semua yang keluar atau semua yang kalian baca merupakan hasil dari kespontanan pikiran gua. Gua jadi keinget perkataan Raditya Dika mengenai jangan menjadi penulis yang cengeng, di mana menunggu waktu yang tepat untuk menulis. Karena tulisan yang kurang bagus, nantinya bisa kita revisi menjadi tulisan yang bagus. Di saat ini, gua sedang menjalani prinsip itu. Mungkin dari pikiran spontan ini, bisa menjadi tulisan yang kurang bagus, seperti di artikel ini. Akan tetapi, di kemudian hari, mungkin tulisan ini akan gua ubah untuk dijadikan tulisan yang lebih bagus.
Mungkin ketika kalian baca kalian akan bingung tulisan ini akan dibawa ke mana, gua pun seperti itu. Maka dari itu, mungkin cukup sekian tulisan yang sangat amat spontan ini.
Komentar
Posting Komentar